Kalkulator Penyederhanaan Rasio

Rasio dari…
Saya ingin…
A : B = A/GCF : B/GCF
✔ Hasil

Langkah demi langkah

    Tampilan Langsung
    1
    Nilai Anda
    2
    FPB
    3
    Bagi masing-masing
    Hasil

    Apa itu Rasio?

    Rasio adalah hubungan kuantitatif antara dua angka atau lebih yang menunjukkan berapa kali suatu nilai memuat nilai lainnya. Rasio A : B dibaca sebagai "A ke B" dan menggambarkan proporsi relatif dari dua jumlah.

    Rasio muncul dimana-mana dalam kehidupan sehari-hari. Perbandingan air dan nasi saat memasak adalah 2 : 1, artinya Anda membutuhkan dua porsi air untuk satu porsi nasi. Dalam peta, skala 1 : 63.360 berarti satu inci (2,54 cm) mewakili satu mil (1,6 km) di dunia nyata.

    🍳
    Memasak
    perbandingan air dan beras 2 : 1
    🗺️
    Peta
    Skala 1 : 63.360
    💰
    Keuangan
    3 : 1 harga terhadap pendapatan
    🖥️
    Layar
    rasio aspek 16:9
    🧪
    Kimia
    2 : 1 H ke O dalam air
    🏆
    Olahraga
    Rekor menang-kalah 3:1

    Rasio dapat dinyatakan sebagai pecahan dan mengikuti operasi matematika yang sama. Perbandingan 3 : 4 sama dengan pecahan 3/4. Keterhubungan ini menjadikan rasio sebagai jembatan antara bilangan bulat, pecahan, dan bilangan desimal dalam matematika.

    How to Simplify a Ratio

    Untuk menyederhanakan perbandingan A : B menjadi bentuk yang paling sederhana, bagilah kedua suku tersebut dengan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB), disebut juga Pembagi Persekutuan Terbesar (PBB).

    Rasio Sederhana = (A berarti GCF) : (B berarti GCF)

    Kalkulator rasio penyederhanaan ini mengubah semua nilai menjadi bilangan bulat, lalu mereduksi bilangan bulat tersebut menjadi suku terendah menggunakan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB). Solusi lengkap menunjukkan semua pekerjaan dan langkah-langkah untuk mendapatkan rasio ke dalam bentuk yang paling sederhana.

    1
    Masukkan Rasio
    12 : 16
    2
    Temukan GCF
    FPB(12, 16) = 4
    3
    Bagilah Keduanya
    12 4, 16 4
    Hasil
    3 : 4
    12 : 16 → FPB = 4 → 12 4 : 16 4 = 3 : 4

    Hasil 3 : 4 adalah bentuk yang paling sederhana karena FPB dari 3 dan 4 adalah 1 — bilangan-bilangan tersebut koprima.

    Langkah Pertama: Temukan Faktor Persekutuan Terbesar

    Untuk mencari FPB, buatlah daftar semua bilangan yang membagi rata kedua sisi rasio — ini adalah faktor persekutuannya. Kemudian pilih yang terbesar.

    Untuk perbandingan 8 : 12, faktor dari 8 adalah [1, 2, 4, 8] dan faktor dari 12 adalah [1, 2, 3, 4, 6, 12]. Faktor persekutuannya adalah [1, 2, 4], jadi FPB-nya adalah 4.

    Menemukan GCF(48, 36) — Algoritma Euclidean
    48 ÷ 36 = 1 sisa 12
    36 ÷ 12 = 3 sisa 0
    KPK = 12 48 : 36 = 4 : 3

    Langkah Kedua: Bagilah Ruas Kiri dan Ruas Kanan dengan Faktor Persekutuan

    Bagilah kedua suku rasio tersebut dengan GCF. Hal ini mengurangi rasio ke bentuk terkecil sambil mempertahankan kedua bagian sebagai bilangan bulat.

    Untuk 8 : 12, bagilah setiap sisinya dengan 4. Hasilnya adalah 8 − 4 : 12 − 4 = 2 : 3. Perbandingan yang disederhanakan adalah 2 : 3.

    FPB adalah bilangan terbesar yang dapat membagi A dan B secara merata. Gunakan algoritma Euclidean atau daftarkan semua faktor dari setiap bilangan untuk mencari FPB. Kalkulator GCF mempercepat proses ini untuk jumlah yang besar.

    Rasio ekuivalen — semuanya disederhanakan menjadi 2 : 3
    4 : 6
    = 2 : 3
    6 : 9
    = 2 : 3
    10 : 15
    = 2 : 3
    20 : 30
    = 2 : 3

    Solusi lengkap menunjukkan semua pekerjaan dan langkah-langkah untuk mendapatkan rasio ke dalam bentuk yang paling sederhana. Gunakan kalkulator rasio sederhana ini untuk memverifikasi pekerjaan rumah, memeriksa proporsi, atau mengubah rasio antar bentuk.

    Contoh Penyederhanaan Rasio
    Masukan A Masukan B Rasio Asli Rasio Sederhana Tangga
    812 8 : 12 2 : 3 ÷4 both sides
    1215 12 : 15 4 : 5 ÷3 both sides
    1824 18 : 24 3 : 4 ÷6 both sides
    1636 16 : 36 4 : 9 ÷4 both sides
    2510 25 : 10 5 : 2 ÷5 both sides
    4560 45 : 60 3 : 4 ÷15 both sides

    Conversion Chart

    A conversion chart displays common unsimplified ratios alongside their Greatest Common Factor (GCF) and final simplified ratio forms. There are 10 common ratio conversion examples in the chart below.

    Original Ratio Input Type GCF Simplified Ratio Unit Form (1 : m)
    4 : 8Whole Numbers41 : 21 : 2
    6 : 10Whole Numbers23 : 51 : 1.667
    8 : 36Whole Numbers42 : 91 : 4.5
    25 : 10Whole Numbers55 : 21 : 0.4
    0.5 : 1.5Decimals0.5 (scaled: 5)1 : 31 : 3
    1.2 : 3.6Decimals1.2 (scaled: 12)1 : 31 : 3
    ½ : ¾FractionsLCD = 42 : 31 : 1.5
    1½ : 2½Mixed NumbersLCD = 23 : 51 : 1.667
    12 : 18 : 243 Numbers62 : 3 : 41 : 1.5 : 2
    2 : 6 : 43 Numbers21 : 3 : 21 : 3 : 2

    Cara Menyederhanakan Rasio A : B jika A dan B keduanya Bilangan Bulat

    Untuk menyederhanakan perbandingan dua bilangan bulat, ikuti 5 langkah: daftarkan faktor-faktor A, daftarkan faktor-faktor B, carilah Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dari A dan B, bagi A dan B masing-masing dengan FPB, dan tulis ulang perbandingan tersebut dalam bentuk yang paling sederhana.

    Sederhanakan 20 : 30 — Temukan faktor persekutuan
    20
    1 2 4 5 10 20
    GCF
    10
    30
    1 2 3 5 6 10 15 30
    20 10 : 30 10 = 2 : 3

    Rasionya sudah dalam bentuk yang paling sederhana, jika FPB sama dengan 1. Kedua bilangan tersebut kemudian merupakan koprima — keduanya tidak memiliki faktor persekutuan selain 1.

    Contoh: 45 : 60 disederhanakan menjadi 3 : 4
    A = 45
    B = 60
    − FPB(15)
    A = 3
    B = 4
    Proporsinya tetap sama – hanya angkanya saja yang berubah.

    Misalnya, perbandingan 4 : 8 bukanlah bentuk yang paling sederhana karena faktor persekutuan dari 4 dan 8 adalah 1, 2, dan 4. Bagi kedua ruas dengan KPK (4) untuk mendapatkan perbandingan yang disederhanakan: 4 4 : 8 4 = 1 : 2.

    4 : 8 =
    44
    :
    84
    = 1 : 2

    Cara Menyederhanakan Rasio A : B padahal A dan B bukan Bilangan Bulat

    Ubah dulu bilangan campuran menjadi pecahan biasa, jika A atau B bilangan campuran. Kalikan kedua nilai dengan faktor 10 yang sama yang menghilangkan semua tempat desimal, jika A atau B adalah angka desimal. Temukan Penyebut Terkecil (LCD) dan tulis ulang jika keduanya merupakan pecahan yang penyebutnya berbeda. Kemudian sederhanakan sebagai bilangan bulat.

    Desimal: 0,5 : 1,5
    1
    Identifikasi tempat desimal (masing-masing 1 tempat)
    2
    Kalikan keduanya dengan 10 → 5 : 15
    3
    FPB(5, 15) = 5 → bagi keduanya
    1 : 3
    Pendekatan yang sama untuk pecahan — kalikan dengan LCD terlebih dahulu
    Pecahan: ½ : ¾
    1
    LCD 2 dan 4 = 4
    2
    Kalikan keduanya dengan 4 → 2 : 3
    FPB(2,3) = 1 → Sudah disederhanakan: 2 : 3

    Rasio desimal diubah menjadi rasio bilangan bulat dengan mengalikan kedua suku dengan pangkat 10 yang menghilangkan semua tempat desimal. Pengulangan desimal memerlukan pengali yang sesuai.

    Mengakhiri Desimal
    1 : 2.5
    × 2
    Rasio Bilangan Bulat
    2 : 5
    Mengulangi Desimal
    1 : 3,3̄
    × 3
    Rasio Bilangan Bulat
    3 : 10
    Pilih pengali terkecil yang menghilangkan semua desimal.
    Tip: Untuk desimal berulang seperti 0,3̄, kalikan dengan 3, bukan 10, untuk mendapatkan bilangan bulat bersih.

    Contoh: Sederhanakan perbandingan 6 : 10

    Faktor dari 6 adalah: 1, 2, 3, 6. Faktor dari 10 adalah: 1, 2, 5, 10.

    Langkah 1: Temukan Faktor Persekutuan Terbesar
    6 : 10
    Faktor dari 6:
    1 2 3 6
    Faktor dari 10:
    1 2 5 10
    GCF 2
    Langkah 2: Bagi dengan Faktor Persekutuan
    6 ÷ 2 = 3
    10 ÷ 2 = 5
    6 : 10 = 3 : 5 dalam bentuk paling sederhana

    Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dari 6 dan 10 adalah 2. Bagi kedua suku dengan 2: 6 2 = 3 dan 10 2 = 5.

    Contoh: Sederhanakan perbandingan 8 : 36

    Faktor dari 8 adalah: 1, 2, 4, 8. Faktor dari 36 adalah: 1, 2, 3, 4, 6, 9, 12, 18, 36.

    Langkah 1: Temukan Faktor Persekutuan Terbesar
    8 : 36
    Faktor dari 8:
    1 2 4 8
    Faktor dari 36:
    1 2 3 4 6 9 12 18 36
    GCF 4
    Langkah 2: Bagi dengan Faktor Persekutuan
    8 ÷ 4 = 2
    36 ÷ 4 = 9
    8 : 36 = 2 : 9 dalam bentuk paling sederhana

    Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dari 8 dan 36 adalah 4. Bagilah kedua suku tersebut dengan 4: 8 4 = 2 dan 36 4 = 9.

    Contoh: Sederhanakan perbandingan 3 : 8

    Faktor dari 3 adalah: 1, 3. Faktor dari 8 adalah: 1, 2, 4, 8.

    Langkah 1: Temukan Faktor Persekutuan Terbesar
    3 : 8
    Faktor dari 3:
    1 3
    Faktor dari 8:
    1 2 4 8
    GCF 1
    3 : 8 sudah disederhanakan sepenuhnya. GCF sebesar 1 berarti rasio tersebut tidak dapat dikurangi lebih lanjut.

    Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dari 3 dan 8 adalah 1. Rasionya sudah dalam bentuk yang paling sederhana.

    Menghitung rasio tereduksi bentuk 1:m atau n:1

    Suatu perbandingan A : B dapat dinyatakan dalam bentuk 1 : m atau bentuk n : 1. Ini menunjukkan berapa banyak bagian dari suatu besaran yang berhubungan dengan satu bagian dari besaran lainnya.

    Input
    A = 8, B = 12
    GCF
    GCF(8,12) = 4
    Simplified
    2 : 3
    Bentuk standar 2 : 3
    Bentuk satuan (1 : n) 1 : 1.5
    Bentuk pecahan 2/3
    1 : m form — divide both sides by A:
    10 : 12 =
    1010
    :
    1210
    = 1 : 1.2
    n : 1 form — divide both sides by B:
    10 : 12 =
    1012
    :
    1212
    = 0.833 : 1

    Menghitung perbandingan 3 angka

    Menyederhanakan rasio 3 angka bekerja sama dengan rasio 2 angka. Temukan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dari ketiga bilangan tersebut dan bagi setiap suku dengan FPB.

    15 : 30 : 45 → FPB =5 → 1 : 2 : 3

    Memvisualisasikan Rasio 3 Bagian

    12 : 18 : 24 disederhanakan menjadi 2 : 3 : 4 (GCF = 6)

    Sebelum
    12
    18
    24
    − 6
    Setelah
    2
    3
    4

    Perhatikan reaksi kimia dimana dua mol nitrogen (N₂) dan enam mol hidrogen (H₂) menghasilkan empat mol amonia (NH₃). Perbandingan molnya adalah 2 : 6 : 4. FPBnya adalah 2, jadi perbandingan yang disederhanakan adalah 1 : 3 : 2.

    1. Simplified ratio by dividing all sides with their GCF (2):
    2 : 6 : 4 =
    22
    :
    62
    :
    42
    = 1 : 3 : 2
    2. 1 : n : m form by dividing all sides by A (i.e., by 2):
    2 : 6 : 4 =
    22
    :
    62
    :
    42
    = 1 : 3 : 2
    3. n : 1 : m form by dividing all sides by B (i.e., by 6):
    2 : 6 : 4 =
    26
    :
    66
    :
    46
    = 0.33 : 1 : 0.66
    4. n : m : 1 form by dividing all sides by C (i.e., by 4):
    2 : 6 : 4 =
    24
    :
    64
    :
    44
    = 0.5 : 1.5 : 1

    Menyederhanakan Perbandingan 4 Bilangan

    Four-number ratios follow the exact same GCF-based simplification as 2- and 3-number ratios. Find the Greatest Common Factor of all four terms and divide each one.

    12 : 18 : 24 : 30 → KPK = 6 → 2 : 3 : 4 : 5
    Sebelum
    12
    18
    24
    30
    − FPB(6)
    Setelah
    2
    3
    4
    5

    Rasio empat bagian bekerja dengan cara yang sama — GCF harus membagi secara merata ke dalam keempat nilai. Bagilah setiap suku dengan GCF untuk mendapatkan rasio yang disederhanakan.

    Mengapa Penyederhanaan Rasio Penting?

    Menyederhanakan rasio membuatnya lebih mudah dibaca, dibandingkan, dan digunakan dalam penghitungan dunia nyata. Rasio 48 : 72 memberikan proporsi yang sama dengan 2 : 3, namun versi sederhananya langsung terlihat jelas.

    Ada 4 manfaat langsung dari penyederhanaan rasio:

    👁️
    Keterbacaan
    Angka yang lebih kecil lebih cepat diproses dan tidak rentan terhadap kesalahan perhitungan.
    Perbandingan
    Rasio yang disederhanakan memudahkan untuk membandingkan beberapa rasio secara berdampingan.
    📏
    Standardisasi
    Rumus ilmiah, resep, dan cetak biru menggunakan rasio yang disederhanakan sebagai praktik standar.
    Efisiensi
    Pengurangan angka mempercepat matematika mental dan mengurangi waktu komputasi.
    ❌ Unsimplified
    48 : 72
    Harder to read
    ✓ Simplified
    2 : 3
    Crystal clear

    Menyederhanakan rasio adalah keterampilan dasar dalam matematika yang berhubungan dengan pecahan, proporsi, dan penskalaan dalam sains, bisnis, dan kehidupan sehari-hari.

    Suatu rasio disederhanakan sepenuhnya jika Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) semua suku sama dengan 1.

    Cara Menskalakan Rasio Naik atau Turun

    Menskalakan suatu rasio berarti mengalikan atau membagi semua suku dengan angka yang sama untuk menghasilkan rasio yang setara dengan nilai yang lebih besar atau lebih kecil.

    Peningkatan skala akan mengalikan semua persyaratan. Memperkecil skala akan membagi semua istilah. Proporsinya tetap sama pada kedua kasus.

    📈
    Tingkatkan
    Kalikan semua suku dengan faktor yang sama untuk meningkatkan nilai secara proporsional.
    📉
    Skala Turun
    Bagilah semua suku dengan faktor persekutuan untuk mengurangi nilai secara proporsional.
    Sebelum
    2 : 3
    × 5
    Setelah
    10 : 15
    Sebelum
    20:30
    10
    Setelah
    2 : 3

    Penskalaan adalah kebalikan dari penyederhanaan. Penyederhanaan menemukan rasio ekuivalen terkecil; penskalaan menciptakan rasio setara yang lebih besar untuk penggunaan praktis.

    Penskalaan mempertahankan proporsi. Rasio 2 : 3 dan 10 : 15 mewakili hubungan yang sama — hanya besarnya yang berbeda.